BAB 1 Kondisi Fisik Wilayah Indonesia
Kondisi fisik wilayah Indonesia dapat ditinjau dari posisi geografis, iklim, flora, fauna, dan tanah.
- Posisi geografis Indonesia ditinjau dari letak astronomis dan letak geografis wilayah Indonesia.
- Hubungan posisi geografis Indonesia dengan iklim, flora, fauna, dan kondisi tanah di wilayah Indonesia.
- Hubungan posisi geografis dengan iklim, Indonesia beriklim muson laut tropis.
- Beriklim muson karena letak Indonesia di antara dua benua (Asia dan Australia).
- Beriklim laut, karena Indonesia terletak di antara dua samudra (Samudra Pasifik dan Samudra Hindia).
- Beriklim tropis, karena wilayah Indonesia terletak di daerah khatulistiwa.
- Angin muson yang bertiup di Indonesia ada dua yakni angin muson barat dan angin muson timur. Demikian pula Indonesia mengenal dua musim yakni musim penghujan dan musim kemarau, di samping itu ada musim pancaroba.
- Tanah di Indonesia terdiri dari tanah vulkanis, tanah aluvial, tanah organosol, tanah podzol, tanah litosol, dan tanah kapur.
BAB 2 Unsur Sosial Wilayah Indonesia
Permasalahan penduduk yang ada di Indonesia antara lain jumlah penduduk yang besar, persebaran penduduk tidak merata dan kualitas penduduk yang rendah.
- Jumlah penduduk Indonesia tahun 2003 sebanyak 220,5 juta jiwa, menempati urutan keempat dari jumlah penduduk beberapa negara di dunia. Untuk mengetahui jumlah penduduk suatu tempat atau negara dilakukan dengan sensus, regristasi, dan survei penduduk.
- Persebaran yang tidak merata merupakan permasalahan, karena terdapat pulaupulau maupun daerah yang sangat padat penduduknya. Demikian pula ada pulau atau daerah yang masih sangat jarang sekali penduduknya. Sebagian besar penduduk menempati Pulau Jawa dan Bali, yang luas wilayahnya relatif sempit.
- Masalah kualitas penduduk yang belum baik.
Penduduk merupakan sumber daya yang besar apabila penduduk memiliki kualitas yang tinggi. Namun sebaliknya penduduk yang berkualitas rendah justru akan menghambat pembangunan kualitas penduduk dapat dilihat dari tingkat pendidikan, kesehatan dan pendapatan per kapita.
Untuk mengatasi permasalahan penduduk dapat melalui berbagai cara dengan terlebih dahulu melihat permasalahannya.
Untuk mengatasi permasalahan penduduk dapat melalui berbagai cara dengan terlebih dahulu melihat permasalahannya.
- Untuk mengatasi jumlah penduduk yang besar dengan cara:
- Mensosialisasikan program KB.
- Penyebarluasan pendidikan kependudukan.
- Peningkatan produksi pertanian.
- Untuk mengatasi masalah persebaran penduduk yang tidak merata dengan transmigrasi memberi kemudahan penduduk yang akan melaksanakan transmigrasi.
- Untuk mengatasi kualitas penduduk dapat melalui tiga bidang antara lain:
- Bidang pendidikan dilaksanakan dengan program wajib belajar 9 tahun, peningkatan sarana prasarana, pemberian beasiswa, peningkatan kualitas tenaga pendidikan.
- Bidang kesehatan dilakukan dengan cara peningkatan gizi keluarga, peningkatan kualitas lingkungan dan tersedianya tenaga medis.
- Bidang pendapatan dilakukan dengan cara pengembangan sektor migas dan nonmigas, perluasan lapangan kerja, pemberian bantuan modal kepada petani dan peternak serta menarik investor asing agar mau menanamkan modalnya di Indonesia.
BAB 3 Lingkungan Hidup dan Pelestariannya
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, sumber daya alam keadaan dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perilaku dengan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Unsur-unsur lingkungan terdiri atas unsur abiotik, biotik, dan sosial budaya. Arti penting lingkungan bagi kehidupan, antara lingkungan dengan manusia mempunyai hubungan timbal balik dan saling membutuhkan dalam satu siklus.
Bentuk-bentuk kerusakan lingkungan dapat diakibatkan karena bencana alam, perbuatan manusia.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah peningkatan kehidupan fisik dan sosial dengan memperhatikan keselamatan atau kelesatarian lingkungan untuk generasi sekarang dan masa yang akan datang.
Kebijaksanaan pembangunan berwawasan lingkungan mencakup meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi mengubah kualitas pertumbuhan, memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan sumber daya pengelolaan risiko dan pengendalian teknologi. Ciriciri pembangunan berwawasan lingkungan: memperhatikan lingkungan, meningkatkan nilai tambah sumber daya dan membangun sekarang maupun masa mendatang.
BAB 4 Permasalahan Penduduk dan Dampaknya
- Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun selalu bertambah. Pertumbuhan penduduk Indonesia hanya ditentukan oleh faktor angka kelahiran dan kematian. Pertumbuhan penduduk dibedakan pertumbuhan penduduk alami dan pertumbahan penduduk total. Pertumbuhan penduduk sangat ditentukan oleh kelahiran dan kematian.
- Komposisi penduduk adalah pengelompokkan penduduk yang didasarkan pada umur, jenis kelamin, mata pencaharian, suku bangsa, agama, pendidikan, dan tempat tinggal.
- Distribusi penduduk adalah persebaran penduduk menurut pulau atau provinsi. Kurangnya distribusi penduduk akan berakibat ada pulau maupun daerah yang terlalu padat penduduknya dan ada pula pulau atau daerah yang jarang penduduknya.
BAB 5 Kolonialisme dan Imperialisme Barat serta Pengaruhnya
- Penjelajahan samudra:
a. Perang Salib
b. Perkembangan Ilmu Pengetahuan - Bangsa Barat yang pertama kali datang di Indonesia adalah bangsa Portugis yang dipimpin oleh Alfonso D’Albuquerque.
- Pertikaian Portugis dan Spanyol dalam pembagian wilayah kekuasaan di Indonesia diselesaikan dengan perjanjian damai yang disebut perjanjian Saragosa.
- VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) merupakan bentuk persekutuan dagang para pedagang Belanda di Indonesia. Dibentuk pada 20 Maret 1602 dan berakhir pada 31 Desember 1799. Untuk menjalankan aktivitasnya, VOC mendapat hak-hak istimewa (Hak Oktroi) dari Pemerintah Kerajaan Belanda.
- Pemerintah Kolonial Belanda, menggantikan VOC. Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal. Tugas utamanya yakni mempertahankan Pulau Jawa agar tidak dikuasai Inggris.
- Pemerintahan transisi Inggris di Indonesia (1811–1816), di bawah Gubernur Jenderal, Sir Thomas Stamford Raffles.
- Wilayah Indonesia dikuasai Belanda dari pemerintahan Inggris berdasarkan perjanjian London (1814).
- Untuk mengatasi kas negara yang kosong, Belanda melalui Gubernur Jenderal Johannes Van den Bosch melaksanakan sistem Tanam paksa (Cultuurstelsel) di Indonesia (1830–1870).
- Pelaksanaan sistem tanam paksa yang banyak menguntungkan pemerintah kolonial Belanda, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Hal ini banyak dikecam oleh golongan agama, humanis, dan liberalis Belanda. Diantaranya Edward Douwes Dekker (Multatuli) dalam buku Max Havelaar dan baron Van Hoevel bersama Fransen Van De Putte yang menulis buku Suiker Contracten.
- Akibat tuntutan kaum liberal di Belanda, Cultuur Stelsel diganti dengan sistem usaha swasta. Pada masa Indonesia mengalami zaman Politik Pintu Terbuka/liberalisme.
- Penderitaan lahir batin yang terus-menerus dialami bangsa Indonesia merupakan penyebab perlawanan rakyat terhadap domonasi bangsa asing (bangsa Portugis dan Belanda).
- Perlawanan terhadap Portugis, antara lain dilakukan rakyat Aceh, Maluku (Ternate dan Tidore).
- Perlawanan terhadap VOC, antara lain dilakukan rakyat Maluku, Mataram, Banten. Perlawanan juga dilakukan oleh perorangan ialah Trunojoyo, Untung Suropati, dan Pangeran Mangkubumi.
- Perlawanan terhadap pemerintah Kolonial Belanda, antara lain dipimpin oleh Diponegoro, Pattimura, kaum Padri, perlawanan rakyat Aceh, Banjarmasin, Bali.
- Kebijakan kolonial dibidang sosial yang sangat merugikan menyebabkan munculnya gerakan protes petani. Gerakan sosial itu bentuknya berupa protes petani, gerakan ratu adil, dan gerakan keagamaan.
- Bangsa Eropa datang ke Indonesia selain untuk berdagang dan menguasai suatu wilayah. Mereka juga melakukan kegiatan penyebaran agama Kristen (Katolik dan Protestan).
- Bangsa Portugis cenderung melakukan penyebaran agama Kristen Katolik.
- Bangsa Belanda cenderung melakukan penyebaran agama Kristen Protestan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar